Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) makin susah dibendung. Faktor penyebabnya beragam. Selain pemilik lengah, pelakunya pun semakin kreatif ketika beraksi. Mereka menggunakan pola atau modus operandi baru.
Mereka cenderung tidak menggunakan cara kekerasan. Bahkan, aksinya bak akting pemain sinetron.
Hati-hati jika tiba-tiba seseorang mendatangi anda dan sok akrab :
- Menyapa korban-korbannya secara baik-baik. Intinya, mereka berlagak sok akrab. Pura-pura kenal kawannya. Ketika mulai akrab, salah seorang pelaku meminjam motor. Alasannya bermacam-macam. Mulai mengambil barang yang tertinggal di rumah atau membeli rokok di kios atau warung. Begitu kunci diserahkan, motor jangan harap kembali.
- Pelaku tidak menggunakan kunci T tetapi menggunakan rumah kunci motor dgn cara, sebelum beraksi, pelaku membeli rumah kunci baru di sebuah toko onderdil. Misalnya, dia membeli rumah kunci Honda Supra. Maka, dia pun mencari motor dengan tipe yang sama. Setelah ketemu, dia menjebol rumah kunci motor sasaran menggunakan obeng. Lantas, seluruh kabel dipereteli. Setelah terlepas, dia menyambung kabel dan memasang rumah kunci yang sudah dia siapkan. Dengan begitu, ketika dia keluar dari tempat parkir, pelaku selalu lolos dari pantauan. Sebab, tidak ada tanda kerusakan di motor korban dan tidak ada pula kunci T yang menempel di motor.
- Modus yang cukup marak saat ini adalah mengganti pelat nomor kendaraan. Caranya, pelaku masuk ke tempat parkir dengan menggunakan sepeda motor. Misalnya, pencuri naik motor Honda Supra X. Nah, di tempat parkir, dia mencari motor sejenis. Kemudian, pelat nomor motor sasaran diganti dengan pelat nomor kendaraan milik pencuri. Setelah itu, si pencuri keluar parkir sambil membawa STNK. 'Pelaku biasanya bilang jika karcis parkirnya hilang. Kemudian, dia menunjukkan STNK kepada petugas parkir. Karena pelat nomor dan jenis kendaraannya sama, petugas mempersilakan pelaku membawa keluar motor curian.
- Satu modus lain yang mulai banyak dilakukan juga dengan cara menjebol lubang kunci menggunakan mata obeng.
Dengan modus-modus baru itu, penjahat semakin leluasa menggasak motor di mana pun. Depan rumah, parkir berkarcis, pinggir jalan raya hingga warung kopi. Modus-modus baru itu tak hanya mampu mengelabui petugas. Korban dan petugas parkir juga berhasil dikibuli.
''Karena itu, semua harus waspada. Tukang parkir harus lebih jeli memeriksa pelat nomor kendaraan yang keluar areal parkir. Apalagi, pemilik kendaraan yang mengaku karcisnya hilang''.
Begitu juga pemilik kos atau tempat usaha. ''Kalau tidak ada KTP-nya, jangan diterima. Atau, kalau curiga KTP-nya palsu, laporkan ke petugas atau RT/RW setempat.
Saya pernah melihat petugas parkir di Panbill Mall, karcis di terima dan belum di input ke komputer tetapi pintu palang sudah di buka. Gimana kalau yang di ambil itu motor orang..?
Apa tidak kecerobohan ini namanya..?
Barangkali ada juga yang pernah melihat hal yang sama dengan saya..? silahkan kasih komentarnya disini.
0 comments:
Post a Comment